Social Icons


Rabu, 15 Mei 2013

Nilai Dasar Wawasan Kebangsaan

Nilai dasar wawasan kebangsaan yang terwujud dalam persatuan dan kesatuan bangsa memiliki 6 (enam) dimensi manusia yang bersifat mendasar dan fundamental, yaitu:
  1.  Penghargaan terhadap harkat dan martabat manusia sebagai mahluk ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa;
  2. Tekad bersama untuk berkehidupan kebangsaan yang bebas, merdeka, dan bersatu;
  3. Cinta akan tanah air dan bangsa;
  4. Demokrasi atau kedaulatan rakyat;
  5. Kesetiakawanan sosial;
  6. Masyarakat adil makmur
Dengan demikian wahana kehidupan  religius diwujudkan dengan memeluk agama dan menganut Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, dilindungi oleh negara, dan sewajarnya mewarnai hidup kebangsaan. Wawasan kebangsaan membentuk manusia Indonesia seutuhnya dan masyarakat Indonesia sebagai objek dan subjek usaha pembangunan nasional menuju masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila.

Penghargaan terhadap harkat dan martabat manusia menunjukan bahwa wawasan kebangsaan mengetengahkan manusia ke dalam pusat hidup bangsa. Hal ini berart bahwa dalam persatuan dan dan kesatuan bangsa masing-masing pribadi harus dihormati. Bahkan lebih dari itu wawasan kebangsaan menegaskan, bahwa manusia seutuhnya adalah pribadi, subjek dari semua ussaha pembangunan bangsa. Semua usaha pembangunan dalam segala bidang kehidupan berbangsa bertujuan agar masing-masing pribadi bangsa dapat menjalankan hidupnya serta bertanggung jawab demi persatuan dan kesatuan bangsa.

Tekad bersama untuk berkehidupan kebangsaan yang bebas, merdeka, maju dan mandirii akan berhasil dengan persatuan bangsa yang kukuh dan berjaya. Cinta akan tanah air dan bangsa menegaskan nilai sosial dasar. Dengan ini wawasan kebangsaan menempatkan penghargaan tinggi akan kebersamaan yang luas, yang melindungi masing-masing warga dan menyediakan tempat untuk perkembangan pribadi bagi setiap warga. Tetapi sekaligus mengungkapkan hormat terhadap solidaritas manusia. Solidaritas itu mengakui hak dan kewajiban asasi sesamanya, tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama dan keperacayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya.


Paham kebangsaan dapat berwawasan luas dapat pula berwawasan sempit. Fasisme, Nazisme sebagai nasionalisme yang sempit jelas ditolak oleh bangsa Indonesia. Dengan demikkian esensi nasionalisme sebagai suatu tekad bersama yang tumbuh dari bawah untuk bersedia hidup sebagai suatu bangsa dalam negara merdeka. Kebangsaan/nasionalisme adalah paham kebersamaan, persatuan, dan kesatuan.

Nasionalisme atau kebangsaan selalu berkaitan erat dengan demokrasi, karena tanpa demokrasi, kebangsaan akan mati bahkan merosot menjadi fasisme/Nazisme yang bukan saja berbahaya bagi berbagai minoritas dalam bangsa yang bersangkutan tetapi juga berbahaya bagi bangsa lain.

kesetiakawanan sosial sebagai nilai merupakan rumusan lain dari keadilan sosial bagi seluruh rakyat. Wawasan kebangsaan menegaskan bahwa kesejahteraan rakyat lebih dari hanya kemakmuran yang paling tinggi dari sejumlah orang yang paling hebat. Kesejahteraan rakyat lebih dari keseimbangan antara kewajiban sosial dan keuntungan individu. Kesejahteraan sosial lebih disebut kesejahteraan umum. kesejahteraan umum itu mencakup keseluruhan lembaga dan usaha dalam hidup sosial, yang  membangun dan memungkinkan masing-masing pribadi, keluarga dan keloompok sosial lain untuk mencapai kesempurnaan mereka secara lebih penuh dan dengan lebih mudah.

Kebngasaan dan demokrasi bukanlah tujuan, tetapi merupakan sarana dann wahana untuk mencapai tujuan yang lebih tinggi, yaitu masyarakat yang adil dan makmur.

Salah satu ciri khas negara demokratis yang membedakan dari negara yang totaliter adalah toleransi. Wawasan kebangnsaan Indonesia menegaskan, bahwa demokrasi tidak sama dengan kemenangan mayoritas atau minoritas. Karena itu dalam demokrasi kita segala sesuatu dapat di putuskan dengan cara musyawarah dan tidak mengutamakan pengambilan keputusan dengan suara terbannyak (Voting). Hal ini yang sama nampak dalam kerukunan hidup beragama dan berkepercaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Dalam rangka integrasi nasioonal terdapat sikap saling hormat menghormati dan bekerjasama antara pemeluk agama yang berbeda-beda dan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai agama masing-masing.

Disinalah letak yang menjadi dasar atas nilai kebangsaan yang dianut oleh negara kita Indonesia. Dimana suatu perjuangan bersama untuk menyatukan persepsi tentang konsep negara inilah sehingga wawasan kebangsaan perlu dipahami oleh semua orang (warga negara indonesia) karena pemahaman ini menjadi suatu paradigma yang akan menjadi benteng ideologi akan toleransi dan pluratis yang menjadi keniscayaan ada di Indonesia mengingat ndonesia merupakan bangsa yang majemuk dengan kebudayaan, suku serta adat istiadat yang menjadi karakter khas dan melekat bagi setiap warganya.

0 komentar:

Poskan Komentar