Thursday, November 1, 2018

Buku Pendidikan Kewarganegaraan

Buku Pendidikan Kewarganegaraan ini merupakan cetakan pertama tahun 2016. Diterbitkan oleh Kementerian Riset, Teknologi dan dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan. Merupakan buku ajar mata kuliah wajib umum Pendidikan Kewarganegaraan. Terdiri dari X BAB 320 halaman. Bagi rekan-rekan yang mau membacanya secara lengkap bisa di download file PDF-nya disini atau click link berikut ini https://za.gl/eLpV untuk menambah wawasan kita tentang kewarganegaraan.

Tidak hanya untuk mahasiswa, atau pelajar saja tapi masyarakat umum pun bisa membacanya untuk menambah wawasan dan pengetahuan kita perihal sistem kewarganegaraan Indonesia. Sebagai warga Indonesia kita harus memahami agar kita paham dan ketika ada yang bertanya bisa menjelaskan secara komprehensif.

Sunday, April 1, 2018

Penyatuan

Bulan dingin cahaya remang
dalam gelap malam berulang
menuntun pada jalan sunyi
sendiri dalam satu dan penyatuan
pada tugas dan ketundukannya.

Subang, 1 April 2018

Friday, March 30, 2018

Bayang

Pada malam bayang atas benda
cahaya
remang
disanalah raga
menerangkan jiwa
embun lembut memeluk dingin
menyambut terang cahaya hangat.

Subang, 29 Maret 2018

Friday, March 23, 2018

Si Merah Putih

Bukan Yin dan Yang, apalagi Romi dan Yuli
kami Merah dan Putih
dalam tempat berbagi, bersatu
terpenjara dalam kemanjaan pesakitan
piaraan meski bukan keinginan
Tuan bebaskan, lepaskan, pada alam disana

Subang, 23 Maret 2018

Thursday, March 22, 2018

Dari Gubuk

Di sisi bagian malam, sendiri
sunyi tanpa pilih berbisik pada riuhnya jiwa
jiwa gemuruh berbicara
raga sepi berbalut embun
melepas lelah dari terik dilalui
menanti hangat pertemuan cahaya
Laailaaha illallaahu ku yakini
Muhammadun rasuulullah ku ikuti
terangkan aku pada sepertiga malam-Mu
teguhkan pada pagi menjalani hari
s e m o g a  Tuhan.

Subang, 21 Maret 2018

Tuesday, March 20, 2018

Menuju Senja

Di atas sana, damai
terbang, berarak, dan pulang
usia di pelupuk mata
sadar usia akan ke sana
semoga jingga akan jumpa.

Subang, 19 Maret 2018

Sunday, March 11, 2018

Mendaulatkan

Semoga angin bertiup
Beriak air, menggelombang ke pinggiran
Ikan hidup melawan arus,
terbawa aruslah yang mati
tegaklah pada presisi diri
diri berdaulat pada sendiri.

Subang, 11 Maret 2018

Thursday, February 22, 2018

Berpeluk Resah

Untuk Penikmat Pagi

Raga dirantau lama
jalan pulang menghias pelupuk mata
kuasa raga tak bawa benda
menanti duka menyambut bahagia
ahhh ... kau yang tak lagi cerita pesona
pagimu telah kau bawa
dan siangmu menuju kesana
sedang aku menjalani cerita pada senja yang sama.

Subang, 3 Maret 2018

Friday, January 19, 2018

Pendekatan Pemilih Dalam Pemilu

Ada tiga pendekatan orang menentukan pilihan pada pemilu seperti pada Pilbup/Pilwalkot atau Pilgub seperti tahun 2018 sekarang. Pertama pendekatan sosiologis (madhab colombia); pemilih memilih karena kesamaan sosiologisnya seperi kesamaan suku, ras, etnisitas, kedaerahan, agama, segmentasi umur, status sosial.

Kedua pendekatan ekonomi (rational choice); pemilih bertindak rasional dengan memilih  kandidat yang dianggap mendatangkan keuntungan sebesar-besarnya atau menekan kerugian sekecil-kecilnya. Terutama pada keluarga yang tidak merasakan dampak perubahan pendapatan secara ekonomi, maka mereka akan berlaku transaksional. Karena setiap terjadi pergantian pemimpin di daerahnya, kehidupan ekonomi keluarganya tetap tidak lebih baik.

Ketiga pendekatan sosio-psikologis (madhab michigan); pemilih pada segmen ini secara daya sosial-ekonomi lebih baik dan belum tentu berpartisipasi dalam pemilu karena tidak tertarik atau tidak punya ikatan psikologis dengan kandidat atau partai. Mereka bisa menentukan pilihan politiknya sendiri dengan identifikasi psikologis: 1. Identifikasi kepartaian, 2. Orientasi kandidat, dan 3. Orientasi isu kampanye. Dan pendekatan ini berlaku pada mereka yang berpendidikan formal cukup tinggi, peekonomian yang berada di middle class, yang jika tidak memilih pun mereka merasa tidak berpengaruh pada kehidupannya.

Tinggal sekarang bagaimana tim sukses mampu memetakan segmentasi dan perilaku pemilih antara perkotaan dan perdesaan dengan memanfaatkan sumber daya politik yang memadai agar strategi pemenangan efektif. Jika tidak memahami segmentasi dan perilaku pemilih maka patut diragukan sasaran kampanye atau isu yang ditawarkan tidak akan mendapat respon yang positip.

Ketiga pendekatan tersebut tidak akan sama antar daerah bahkan dalam satu daerah pum bisa berbeda penerapannya. Kembali pada sumber daya politik yang digunakan oleh kandidat pasangan calon. Sumber daya politik yang dimiliki berperan dalam menentukan penerapan pendekatan tadi, karena ketiga pendekatan tersebut perlu dijewantahkan dalam format dan pembacaan isu yang terjadi dilapangan.

Faktor mesin politik partai yang mapan dalam memahami instruksi dan koordinasi ditambah jaringan relawan yang kuat akan saling melengkapi dan memback up pada penguatan kampanye di para voter.

Terima kasih.
Subang, 19 Januari 2018

Friday, January 12, 2018

Laga Pilkada

Terompet Pilkada telah dibunyikan
Gendang relawan bertalu bersahutan
penjual mimpi melambungkan angan
membius penonton dipinggir lapangan

Para kandidat bukan gladiator pada cerita Roma
bukan pula Ciung Wanara yang hendak mengambil tahta
bisa-bisa malah jadi cerita Keris Mpu Gandring di tangan Ken Arok
tahta mengorbankan raga

Berbeda itu biasa, pilihan boleh berbeda
Pilkada tak perlu menyisakan sisa-sisa perbedaan
pilkada jadi saksi metamorfosa kupu-kupu dalam corak warna berbeda
harmonis dalam berbeda, bersama dalam berbangsa
semoga...!



Subang, 12 Januari 2018

Thursday, January 11, 2018

Memilih Pemimpin Lokal (Subang) Melalui Pilkada 2018

Pemilihan Kepala Daerah (pilkada) merupakan ketentuan undang-undang yang memberikan ruang politik bagi masyarakat untuk menentukan pemimpin bagi daerahnya masing-masing. Kader-kader terbaik partai politik ataupun individu yang menjadi menjadi figur di dalam masyarakat memiliki hak untuk dicalonkan atau mencalonkan diri sebagai peserta selama memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku baik undang-undang pemilu nomor 7 Tahun 2017 atau aturan lainnya yang dikeluarkan oleh lembaga penyelenggara Pemilu yaitu KPU dalam bentuk PKPU.

Pada tahun 2018 kurang lebih 171 daerah, 17 provinsi, 39 kota, dan 115 kabupaten yang akan menyelenggarakan Pilkad. Jawa Barat adalah salah satunya. Empat pasangan calon sudah mendaftar di KPU Jawa Barat. Dan Subang adalah salah satu Kabupaten yang menyelenggarakan Pemilihan Bupati serentak 2018 yang waktu pelaksanaannya 27 Juni 2018.

Pendaftaran di KPU Kabupaten Subang dibuka sejak tanggal 10-13 Januari 2018. Pada hari terakhir pendaftaran, Rabu 13 Januari 2018, 3 (tiga) Pasangan calon mendaftar di KPU Kabupaten Subang yang didahului oleh Pasangan Dedi J - Budi Setiadi yang diusung oleh PDI Perjuangan dengan 10 kursi DPRD. Kemudian pada Pukul 13.00 WIB Pasangan incumbent  dari Partai Golkar Hj. Imas Aryumningsih, SE berpasangan deng Sutarno dari PKB dengan total jumlah kursi sebanyak 12 kursi DPRD, dan terakhir adalah Pasangan H. Ruhimat dengan Agus Maskur yang diusung oleh koalisi besar yakni Partai Nasdem, PKS, PAN, PPP, Gerindra.

Setelah pendaftaran para Bakal Calon mengikuti tes kesehatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, dengan batas waktu tanggal 15 Januari 2018 sesuai dengan tahapan Pilkada 2018 lampiran PKPU Nomor 1 Tahun 2017. Setelah hasil test kesehatan maka KPU Kabupaten Subang akan mengumumkan hasilnya pada public dan kelengkapan persyaratan Bakal Calon sebelum ditetapkan pada 13 Februari 2018.

Lantas, bagaimana esensi Pilkada pada pembangunan daerah ?
Sebenarnya masyarakat sudah bisa menjawab sendiri dengan perspectifnya masing-masing. Sudut pandang itu berdasarkan realitas yang terjadi pada lingkungan dan kehidupan sosial, ekonomi pertumbuhan pembangunan dan perbaikan pada taraf kehidupan masyarakat. Masyarakat desa jelas memandang fasilitas jalan yang masih rusak menjadi gambaran bagaimana hasil proses politik 5 (lima) tahun kebelakang, dan menjadi faktor penentu pilihan pada pilkada 2018. Kemudian, taraf kehidupan dari segi pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari yang fluktuatif terutama bahan-bahan kebutuhan pokok yang harganya sering melonjak-lonjak, kemudian mahalnya biaya kesehatan bagi mereka yang tidak punya akses menerima fasilitas jasa kesehatan dari pemerintah. Dan Pendidikan yang belum maksimal menyentuh kebutuhan Sumber Daya Manusia, adalah faktor-faktor yang dapat mempengaruhi persepsi pemilih apakah akan memilih incumbent atau memilih pemimpin baru yang belum bisa juga memberi jaminan yang lebih baik atau bersikap apatis.

Jika hukum adalah panglima dalam penegakkan keadilan, maka politik adalah penentu keadilan. Melalui proses politik pulalah hukum positif tercipta dan dibuat undang-undang yang mengatur seluruh kehidupan bernegara. Oleh sebab itu, politik menentukan seganap khidupan bermasyarakap dalam konsensus bernegara dalam bentuk desentralisasinya adalah Pemerintah Daerah. Politik di Kabupaten Subang menjelang Pilbup 2018 mulai dipanaskan dengan issue yang mendera incumbent dan beberapa orang yang berniat maju pada Pilbup Subang. Bagi saya, hal itu biasa terjadi pada proses pemilu itu. Kenapa demikian ? karena bagi calon figure apalagi pimpinan daerah yang menjadi pemimpin bagi masyarakatnya orang mesti tahu track record orang yang akan memimpinnya. Jika tidak benar maka apa yang dihembuskan oleh para peniup terompet akan hilang dengan sendirinya. Dan jika benar maka perlu diuji secara keabsahan hukumnya melalui pengadilan yang mendapat keputusan incraht.

Proses politik dalam demokrasi Indonesia berlandaskan pada Sila Keempat "Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijksanaan dalam permusyawaratan perwakilan." Maka kebijakan-kebijkan politk dalam proses demokrasi hari ini di Kabupaten Subang harus diawali dan dimulai oleh orang-orang yang berintegritas pada nilai-nilai kebaikan bagi seluruh kehidupan manusia. Tidak berpikir sempit untuk kemenangan pribadi ataupun kelompoknya sehingga akan memercikkan benih-benih perpecahan. Pilkada biasa terbentuk kubu pendukung anatar para kandidat Calon tapi jangan sampai disusupi oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab yang akan menyusup dan menebarkan pada lawan politiknya. KArena bagaimanapun lawan dalam politik adalah kawan dalam berdiskusi mencari solusi terbaik untuk daerah, negara dan bangsa.

Pada akhirnya saya berharap melalui Pilkada Kabupaten Subang 2018 ini akan menghasilkan Bupati dan Wakil Bupati yang Visi, Misinya dapat terealisasikan melalui Program RPJMD Kabupaten Subang yang terukur dan nyata terasa oleh masyarakat selaku pemilih dan pemilik kedaulatan Kabupaten Subang. Dalam proses Pilkada biasa terbentuk kubu-kubu pendukung, tapi tidak jadi alasan untuk saling membentci. Setelah Pilkada selesai dan ditentukan Pemimpin terpilih melalui Keputusan KPU Kabupaten Subang, kita kembali bermetamorfosa menjadi kupu-kupu yang indah dalam perbedaan warna dan pilihan hingga tenmpat hinggap namun sama-sama terbang tinggi menyebarkan benih-benih kebaikan dan kebijakan buat Kabupaten Subang lebih baik.


Subang, 11 Januari 2018

Monday, December 25, 2017

Senja di Langit Subang

Senja di langit Subang jingga yang memudar
tenggelam menyambut gelap malam untuk terang
bawalah resah Subang dengan segala kegundahan rakyatnya.

Subang, 25 Desember 2017

Saturday, December 2, 2017

Kau Dalam Resah

Aku pernah memapah dirimu
ketika kau merintih dalam sakit keterasingan
membantumu merangkak pada ujung batas kegelisahan
eratkan pegangan pada pundak perlindungan yang tegap
bertenduh pada ruang yang menyisakan hitungan bulan
dan kini kau tinggalkan congkak setelah mampu berdiri menepuk dada lupa ragamu itu duri.

Larilah...
dari resah, rasa gelisah atas salah
sedang hari yang mendung terhalang awan berarak
cahayanya tak terasa hangat
lalau kau gali kubangan pada lumpur
dan kau membenamkan diri
tanganmu meronta-ronta
angkatlah dirimu
bersihkan...!
berjalanlah pada hari yang terang
tutuplah kubangan itu untuk tidak terperosok
maafkan dirimu, lalu pulanglah pada kedirianmu.

Subang, 02 Desember 2017

Friday, December 1, 2017

Senja Menanti Pagi

Awan berarak pulang dipenghujung petang
riuh angin meniup dahan menjatuhkan daun
semerbak remang cahaya jingga membentuk bayang
bayang-bayang pohon diseberang jalan memanjang
air berkilau terpantul cahayamu oh jingga

Senja... ya itu senja jingga
tatap langit dengan rasa
lalu sekejap ku terbuai pada manja wahai adinda siapa
tahukah kau itu jingga
ahhh... tidak kau adalah pagi yang bermentari selepas hari yang dini sepi
kini mentarimu beranjak menjemput gelap malam
mempersilakan rembulan dipuja orang

Duduklah pada bangku taman keindahan
lenalah dalam lelahmu
aku sapa engkau pada langit
sampaikanlah kalau aku di senja jingga selalu ada


Subang, 01 Desember 2017

Monday, October 23, 2017

Bersemi Rindu

Disini, Subang pada pukul 9:52 PM, suhu 24° sedang diguyur hujan
dari langit
deras, yaa
bukan irisan tipis, yang disebut orang romantis.

Melambungkan hayal pada kesendirian
Beng...! tenanglah tetap tenang !
Tertawalah geli sendiri menyaksikan kesendirian
tiap hari ditemani oleh kesendirian, siang dan malam, pagi dan sore
dan tiba-tiba, dia bergumam;
"Apa tidak ada gadis yang misalnya mengantarkan martabak manis dan segelas coklat hangat...?"


Subang, 23 Oktober 2017

Buku Pendidikan Kewarganegaraan

Buku Pendidikan Kewarganegaraan ini merupakan cetakan pertama tahun 2016. Diterbitkan oleh Kementerian Riset, Teknologi dan dan Pendidikan T...